Resep Saus Steak Red Wine: Kaya Rasa, Berani, dan Super Lezat
Ada saus yang langsung terlupakan setelah piring kosong, tapi ada juga saus yang rasanya terus teringat lama setelah makan selesai. Red wine jus jelas masuk kategori kedua. Saus ini tidak ribet, tidak butuh waktu berjam-jam, tapi bisa mengubah steak sederhana jadi terasa layak restoran. Anggap saja ini pasangan sejati steak: kaya rasa, bold, harum dengan rempah, dan benar-benar lezat.
Kenapa saus ini begitu cocok? Steak pada dasarnya sudah indulgent, tapi rasa gurih daging makin hidup dengan asam segar dan fruity dari wine. Red wine memberi kecerahan, beef stock menambah body, rosemary atau thyme memberi aroma earthy, dan sedikit butter di akhir membuat teksturnya lembut berkilau. Tidak seberat gravy, red wine jus ini glossy, penuh rasa, melapisi daging tanpa terasa enek.
Table of Contents
ToggleBahan Dasar yang Dibutuhkan:
- Bawang putih atau shallot: jadi dasar aromatik.
- Red wine: pilih wine full-bodied yang memang enak diminum. Cabernet Sauvignon, Shiraz, atau Chianti cocok banget.
- Beef stock: buatan rumah lebih baik, tapi stok kemasan berkualitas juga oke.
- Rosemary atau thyme segar: rempah yang serasi dengan steak dan wine.
- Butter: untuk menambah richness di akhir.
- Tepung atau maizena: sedikit saja untuk mengentalkan.
Cara Membuat Saus Red Wine:
- Tumis bawang: Panaskan minyak atau butter, masak bawang putih/shallot sampai keemasan.
- Tambahkan dasar saus: Aduk sedikit tepung, lalu tuangkan red wine dan beef stock perlahan sambil diaduk.
- Didihkan dan kurangi: Masak perlahan sekitar 10 menit sampai mengental dan berkurang sepertiga. Teksturnya harus glossy, bukan cair.
- Akhiri dengan rempah dan butter: Masukkan rosemary/thyme segar dan sepotong butter, aduk hingga menyatu. Bumbui dengan garam dan lada hitam.
- Sajikan: Tuangkan di atas steak, lamb, atau bahkan ayam panggang.
Hasilnya: saus asam gurih, kaya rasa, dan indulgent tanpa terasa berat.
Tips:
- Gunakan wine yang benar-benar ingin Anda minum. Kalau tidak enak diminum, jangan dipakai masak.
- Jangan terburu-buru. Proses pengurangan cairan (reduction) yang memberi kedalaman rasa.
- Saring kalau mau hasil super halus.
- Bisa dibuat lebih awal. Simpan di kulkas hingga 3 hari, tinggal dipanaskan lagi saat butuh.
Lebih dari Sekadar Dapur Rumah
Red wine jus adalah pengingat bahwa steak pantas mendapat lebih dari sekadar garam dan lada. Steak pantas mendapat saus yang menonjolkan rasanya. Dan tentu, kalau Anda ingin melewatkan proses masak, Anda bisa langsung menikmatinya dengan gaya di Lawry’s The Prime Rib Jakarta. Prime rib disini disajikan dengan pendamping yang membuat setiap gigitan terasa lengkap, ditambah minuman yang dipilih untuk menyempurnakan, baik itu segelas red wine bold yang menyatu dengan jus atau koktail racikan khusus.
Jelajahi Lawry’s menu, dan book your seat untuk malam di mana steak, saus, dan pairing hadir sebagai wujud terbaik fine dining Jakarta!
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Nikmati Kemewahan English Trifle di Lawry’s
Resep Garlic Confit Terbaik untuk Menu Fine Dining Anda