Cara Mengetahui Steik Sudah Tidak Layak Dimakan
Steik yang sudah rusak biasanya cukup mudah dikenali. Baunya bisa asam, menusuk seperti amonia, atau tidak sedap seperti telur busuk. Permukaannya juga dapat terasa berlendir atau berubah menjadi abu-abu kehijauan.
Namun, bercak kecokelatan atau aroma yang sedikit berbeda tidak selalu berarti daging harus langsung dibuang. Cara paling aman adalah memeriksa bau, tekstur, warna, dan lama penyimpanannya secara bersamaan. Sebelum steik masuk ke wajan dan menimbulkan masalah, berikut cara membedakan perubahan yang masih normal dengan tanda kerusakan yang perlu diwaspadai.
Table of Contents
ToggleMulai dari Baunya
Daging sapi mentah yang masih segar biasanya memiliki aroma ringan dan sedikit metalik. Aroma ini berasal dari mioglobin, yaitu protein yang turut memberi warna pada daging. Steik yang sudah rusak akan mengeluarkan bau yang jelas tidak sedap. Aroma asam, tengik, menyerupai belerang, atau menusuk seperti amonia dapat menandakan bahwa daging sudah tidak layak dikonsumsi.
Steik dry-aged memang memiliki aroma yang lebih kuat karena dimatangkan dalam kondisi yang terkontrol. Aromanya terkadang digambarkan seperti kacang, tanah, atau keju. Bau tersebut tidak otomatis berarti daging sudah rusak. Tetap periksa permukaan daging dan riwayat penyimpanannya. Jika aroma tajam muncul bersamaan dengan lendir atau perubahan warna yang mencurigakan, sebaiknya daging dibuang.
Periksa Permukaan dan Teksturnya
Steik segar seharusnya terasa padat dan sedikit lembap. Tekan perlahan menggunakan jari yang bersih. Daging yang masih baik akan kembali ke bentuk semula, bukan meninggalkan cekungan yang dalam.
Lapisan yang lengket, terlalu kesat, atau berlendir merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa steik telah rusak. Permukaannya mungkin meninggalkan sisa pada jari atau terasa licin dengan cara yang berbeda dari kelembapan alami daging. Steik yang tetap cekung setelah ditekan ringan juga mungkin sudah menurun kualitasnya, terutama jika disertai tanda kerusakan lain.
Jangan mencuci steik yang mencurigakan untuk menghilangkan lendir atau baunya. Membilas daging tidak dapat mengembalikan kesegarannya dan justru berisiko menyebarkan cairan daging mentah ke bak cuci serta permukaan dapur di sekitarnya.
Jangan Menilai dari Warna Saja
Warna daging sapi dapat berubah ketika pigmennya bereaksi dengan oksigen. Steik yang awalnya berwarna merah cerah bisa berubah menjadi merah kecokelatan atau cokelat selama disimpan di kulkas. Perubahan warna ini saja belum cukup untuk membuktikan bahwa daging sudah rusak. Karena itu, warna perlu diperiksa bersama bau dan teksturnya.
Waspadai bagian berwarna abu-abu kehijauan, lapisan berkilau seperti pelangi yang disertai bau tidak sedap, atau daging kecokelatan yang mulai terasa lengket maupun berlendir. Jamur yang terlihat jelas merupakan tanda pasti. Jika muncul bintik hijau, putih, atau lapisan berbulu, buang seluruh steik. Jangan hanya memotong bagian yang terkena.
Periksa Lama Penyimpanannya
Steik mentah yang disimpan di kulkas pada suhu 4°C atau lebih rendah umumnya perlu dimasak atau dibekukan dalam waktu tiga hingga lima hari. Daging sapi yang dicairkan dengan aman di dalam kulkas juga sebaiknya dimasak atau dibekukan kembali dalam rentang waktu yang sama.
Daging sapi yang terus disimpan dalam keadaan beku pada suhu −18°C dapat tetap aman untuk waktu yang sangat lama, meskipun kualitasnya akan menurun. Untuk mendapatkan rasa dan tekstur terbaik, USDA menyarankan agar steik dan daging panggang digunakan dalam waktu sembilan hingga dua belas bulan.
Freezer burn biasanya terlihat sebagai bercak pucat, kering, atau keabu-abuan. Kondisi ini dapat membuat daging lebih alot dan rasanya berkurang, tetapi tidak otomatis membuatnya berbahaya untuk dimakan.
Tanggal pada kemasan dapat membantu menentukan waktu penggunaan, tetapi tidak dapat menggantikan penyimpanan pada suhu yang tepat dan pemeriksaan langsung dengan indera. Buang steik jika riwayat penyimpanannya tidak jelas dan sudah menunjukkan tanda kerusakan. Jangan pernah mencicipi daging mentah maupun matang hanya untuk menguji apakah masih aman.
Saatnya Mengambil Keputusan yang Paling Aman
Buang steik tanpa ragu jika terlihat jamur, baunya langsung terasa sangat menyengat, atau permukaannya berlendir dan disertai perubahan warna yang tidak biasa. Hal yang sama berlaku jika daging berada pada suhu di atas 4°C selama lebih dari dua jam atau riwayat suhunya tidak dapat dipastikan. Harga satu potong steik tetap lebih murah daripada risiko keracunan makanan.
Bagi Anda yang sedang mencari pengalaman fine dining di Jakarta, pemeriksaan seperti ini bisa ditinggalkan di rumah. Lawry’s menyiapkan prime rib menggunakan Certified Angus Beef yang dipilih berdasarkan standar kualitas yang telah ditetapkan. Lihat menu Lawry’s untuk memilih ukuran potongan, lakukan reservasi, lalu nikmati prime rib yang disiapkan segar untuk disajikan langsung ke meja.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Panduan Saus untuk Prime Rib: Au Jus, Horseradish, dan Pilihan Pendamping Lainnya
Apa yang Membuat Restoran di Jakarta Benar-Benar Romantis? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan