Cara Terbaik untuk Memesan Berbagai Jenis Steak
Memesan steik di restoran mungkin terlihat mudah, namun banyak yang masih kurang familiar dengan istilah-istilah yang sering ditanyakan oleh pelayan ketika sedang mengorder menu ini. Pada umumnya, resto-resto terbaik di Jakartapasti akan menanyakan spesifikasi pesanan agar Anda tidak salah pesan nantinya. Tak perlu khawatir, panduan ini akan memberi informasi yang perlu Anda ketahui tentang cara memesan steik!
Table of Contents
ToggleBagaimana Cara Memesan Steik dengan Benar?
Makan steik adalah pengalaman yang luar biasa, dan jika Anda seorang pemula, memesan steik sebenarnya tidak menakutkan. Dengan sedikit pengetahuan, Anda bisa menjelajahi menu seperti seorang ahli dan memaksimalkan pengalaman makan Anda. Mari kita mulai!
1. Pilih Steakhouse yang Tepat
Langkah pertama dalam menikmati steik Anda adalah memilih steakhouse yang tepat. Steakhouse yang bagus akan memiliki menu yang dirancang dengan baik, sehingga mudah bagi siapa saja untuk menemukan steik yang sempurna. Bahkan jika Anda tidak familiar dengan berbagai jenis potongan daging atau istilah-istilah seperti “Wagyu,” steakhouse terbaik akan membantu Anda memilih dengan tepat. Semua tentang menemukan tempat yang memberi Anda pengalaman sukses, dari suasana hingga layanan.
Untuk pengalaman yang benar-benar luar biasa, Lawry’s adalah steakhouse pilihan yang sempurna. Dikenal karena layanan yang tak tertandingi dan prime rib yang legendaris, Lawry’s menawarkan menu yang cocok untuk penggemar steik berpengalaman maupun pemula. Suasana yang hangat dan ramah serta perhatian terhadap detail memastikan setiap hidangan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Apakah Anda merayakan acara spesial atau menikmati makan malam santai, Lawry’s menjamin pengalaman makan yang luar biasa yang akan membuat Anda merasa seperti ahli steik begitu Anda melangkah masuk.
2. Lihat Menu Sebelumnya
Jika Anda merasa sedikit kewalahan dengan banyaknya pilihan, Anda tidak sendirian! Untuk menghindari stres dalam membuat keputusan di saat terakhir, luangkan waktu untuk melihat menu secara online sebelum pergi, sebagai panduan, Anda bisa melihat menu Lawry’s. Ini memberi Anda kesempatan untuk mengenal berbagai potongan daging dan bertanya jika ada yang tidak jelas. Misalnya, apakah Anda tahu perbedaan antara daging sapi prime dan daging sapi biasa? Mencari informasi sebelum kunjungan memastikan Anda lebih siap dan siap membuat pilihan yang tepat.
3. Waspadai Biaya Tambahan
Mudah untuk tergoda dengan tambahan-tambahan yang menggoda, tapi hati-hati dengan biaya ekstra yang bisa bertambah cepat. Kentang panggang isi, mentega spesial, atau minuman di sana-sini bisa membuat harga makanan Anda jauh lebih mahal dari yang diharapkan. Tetap pilih yang dasar dan hindari terlalu banyak tambahan kecuali Anda yakin ingin memesan.
4. Pahami Potongan Daging dan Ukurannya
Berbagai jenis sapi menghasilkan kualitas daging yang berbeda, dan memahami ini dapat meningkatkan pengalaman Anda. Misalnya, Black Angus terkenal dengan rasa yang kaya, berair, dan lembut, sementara Wagyu Jepang dikenal dengan teksturnya yang meleleh di mulut dan marbling lemak yang mewah. Jika Anda mencari steik yang benar-benar istimewa, mengetahui jenis sapi dapat membantu Anda membuat pilihan yang luar biasa.
Setiap bagian dari sapi menawarkan rasa dan tekstur yang berbeda. Beberapa potongan steik, seperti filet mignon yang lembut, memiliki rasa yang lebih sedikit namun sangat empuk, sementara potongan lain, seperti ribeye, memiliki lebih banyak rasa karena marbling lemaknya. Jika Anda ragu, potongan klasik seperti T-bone atau New York strip selalu menjadi pilihan aman. Ingat, sedikit gigitan bisa menambah rasa ekstra, jadi jangan takut untuk mencoba potongan-potongan yang berbeda!
Porsi steik bisa sangat bervariasi, jadi penting untuk memesan ukuran yang sesuai dengan selera Anda. Anda tentu tidak ingin mendapatkan steik 72 ons yang tidak bisa Anda habiskan atau merasa masih lapar setelah makan. Jika ragu dengan ukuran porsi, tanyakan kepada pelayan untuk rekomendasi berdasarkan jumlah orang di meja Anda.
5. Ketahui Bagian Tulang pada Steik
Tidak hanya potongan daging saja, kita juga perlu memperhatikan bagian tulang pada steik – apakah potongan itu memiliki tulang atau tidak. Jenis steik yang dimasak dengan tulang akan memberikan rasa yang lebih enak, berkat sumsum yang menyatu dengan dagingnya dan memberi sari rasa yang lebih lezat. Tulang juga dapat berfungsi membuat daging lebih lunak secara alami, menghasilkan tekstur yang lebih juicy. Di sisi lain, steik tanpa tulang memang jadi pilihan praktis, ideal bagi mereka yang lebih suka menyantap steik dengan lebih mudah, cocok sekali bagi Anda yang sedang berkencan.
6. Metode Pengawetan Daging
Seringkali dijumpai di restoran, opsi daging yang diawetkan secara basah atau diawetkan secara kering. Hal ini ditentukan pada proses penyimpanannya, dimana daging yang dibiarkan tergantung hingga kering sebelum dipanggang, akan mempengaruhi tingkat kelembutan dan rasa. Proses penyimpanan basah menggunakan media penyegelan/vakum pada daging, yang membuat kelembabannya tetap terjaga dan kondisinya tetap segar. Sementara proses penyimpanan kering adalah menyimpan daging sapi di ruangan terbuka, cara ini akan mengurangi kadar air dalam daging namun rasa alami dari daging tersebut tetap terjaga.
7. Tingkat Kematangan Steik
Memesan steik yang ideal berarti menentukan tingkat kematangan. Biasanya, ada lima opsi standar: Rare, Medium Rare, Medium, Medium Well, dan Well Done. Meski, menikmati steik dengan tingkat kematangan tertentu adalah selera masing-masing, namun banyak yang memilih opsi Well Done akan kehilangan sari dari kualitas rasa daging.
Banyak koki menganggap bahwa steik dengan tingkat kematangan Well Done akan mengurangi kualitas daging karena menghilangkan kadar lemak dan kelembaban secara signifikan, karena steik yang dimasak dengan suhu diatas 140 derajat akan menghasilkan tekstur yang keras dan kering. Tipe-tipe potongan seperti flank, iga, dada, tenderloin, atau chuck biasanya paling enak disajikan dengan tingkat kematangan Medium Rare, karena dengan tingkatan ini cita rasa dan kelembutan pada steik paling lezat untuk disajikan.
8. Ukuran Steik
Nah, hal terakhir yang Anda perlu perhatikan adalah ukuran steik. Saat memesan pastinya akan ada banyak opsi yang bisa dipilih, biasanya dimulai dari 200 gram atau lebih. Restoran kelas atas biasanya menyediakan beragam pilihan, dari ukuran kecil untuk porsi per orang atau pasangan sampai ukuran besar untuk porsi keluarga, seperti yang disediakan dalam menu Lawry’s. Di sini, Anda dapat memilih porsi perorangan dalam Lawry’s Cut atau Jakarta’s Cut, dengan porsi kecil namun tetap memuaskannya.
Ingin merayakan sesuatu yang besar? Ada Diamond Jim Brady Cut atau Beef Bowl Double Cut, yang beratnya sekitar 650 gram hingga 800 gram, potongan daging yang besar, dijamin nikmat dan memuaskan!
9. Jangan Lewatkan Makanan Pendamping dan Pembuka
Steik memang menjadi bintang utama, tapi jangan lupa dengan hidangan pendampingnya! Makanan seperti kubis Brussel hitam, kentang panggang dua kali, dan bayam krimi sangat cocok dipadukan dengan steik yang juicy. Luangkan waktu sejenak untuk menjelajahi pilihan pendamping agar hidangan Anda lebih lengkap, bukan hanya memilih yang pertama kali terlintas di pikiran.
Jangan ragu untuk meminta saran atau rekomendasi dari pelayan. Mereka sangat paham menu dan dapat membimbing Anda untuk memilih potongan daging yang paling segar atau menyarankan spesial harian. Ini sangat berguna jika Anda tidak familiar dengan potongan daging tertentu atau ingin mencoba sesuatu yang baru. Anda bahkan bisa menemukan pilihan baru yang tidak Anda duga sebelumnya!
10. Padukan dengan Minuman yang Tepat
Steak yang dimasak sempurna layak mendapatkan minuman yang juga sempurna. Kebanyakan steakhouse memiliki daftar anggur yang mengesankan, dan pelayan Anda bisa membantu memilihkan anggur terbaik untuk melengkapi hidangan. Memilih vintage yang tepat adalah soal menjaga keseimbangan, di mana karakter dalam gelas harus mampu mengimbangi intensitas dari potongan dagingnya. Untuk pilihan yang kaya akan marbling seperti signature Prime Rib kami, wine yang berkarakter kuat seperti Cabernet Sauvignon atau Malbec adalah pilihan esensial; kandungan taninnya berfungsi untuk menyeimbangkan lemak sekaligus menyegarkan palet Anda. Sebaliknya, Filet Mignon yang lebih rendah lemak akan menemukan pasangan idealnya pada jenis anggur merah yang lebih lembut (delicate) agar catatan rasa buttery yang halus dari dagingnya tetap terjaga.
Jika wine bukan pilihan Anda, jangan khawatir! Banyak steakhouse juga menyediakan bir, cocktail, atau bahkan cider yang cocok dengan hidangan steak. Martini yang tajam dan dry atau Old Fashioned yang klasik dapat memberikan kontras rasa yang kuat terhadap kedalaman rasa gurih dari daging yang dipanggang lambat (slow-roasted), memastikan pengalaman bersantap Anda tetap terasa hidup dari awal hingga akhir. Untuk benar-benar menguasai seni jamuan makan yang seimbang, Anda dapat menemukan berbagai pilihan minuman terbaik untuk meningkatkan pengalaman makan steak Anda hingga ke potensi tertingginya sebelum kunjungan Anda berikutnya.
11. Minta Rekomendasi
Jika Anda ragu tentang sesuatu di menu, jangan sungkan untuk bertanya! Apakah itu tentang potongan daging, metode memasak, atau padanan anggur, pelayan Anda siap membantu. Bertanya tidak hanya membuat Anda lebih tahu, tetapi juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman steak terbaik.
12. Sisakan Ruang untuk Makanan Penutup
Terakhir, jangan lupa untuk mengakhiri makan dengan sesuatu yang manis! Steakhouse sering menawarkan makanan penutup yang luar biasa dan menjadi cara sempurna untuk menutup hidangan Anda. Baik itu kue cokelat yang kaya rasa atau crème brûlée klasik, selalu layak untuk menyisakan sedikit ruang untuk makanan penutup.
Jenis Steak yang Wajib Kamu Coba
Kalau ngomongin steak, bukan cuma soal “matang sempurna” atau “setengah matang.” Jenis potongan daging yang kamu pilih juga sangat berpengaruh pada rasa, tekstur, dan kelembutan steak itu sendiri. Nah, berikut ini lima jenis steak yang wajib kamu coba—dijamin bikin lidah kamu dimanjakan dengan cita rasa juicy dan gurih yang luar biasa.
1. Filet Mignon

Filet Mignon sering disebut sebagai bagian paling lembut. Potongan ini berasal dari bagian tenderloin, otot kecil yang jarang digunakan, jadi dagingnya sangat lembut. Kalau kamu suka steak yang langsung lumer di mulut, ini pilihan yang tepat.
Karena kualitasnya premium dan ukurannya kecil, filet mignon biasanya jadi potongan steak yang paling mahal. Cocok banget untuk makan malam romantis atau kalau kamu mau memanjakan diri dengan sesuatu yang elegan.
2. Strip Cut (New York Strip)

Strip Cut, atau sering juga disebut New York Strip, adalah favorit para penggemar steak klasik. Potongan ini berasal dari bagian short loin, dan punya tekstur sedikit lebih kenyal dibanding filet mignon, tapi dengan rasa daging sapi yang lebih kuat.
Biasanya potongan ini punya lapisan lemak di pinggirnya, yang bikin steak jadi lebih juicy saat dimasak. Kalau kamu suka steak dengan rasa yang mantap dan khas restoran steak, Strip Cut wajib kamu coba.
3. Porterhouse

Bingung pilih antara filet mignon atau strip? Pilih saja Porterhouse! Steak besar berbentuk T ini menggabungkan keduanya dalam satu potongan: filet yang lembut di satu sisi dan strip yang penuh rasa di sisi lainnya.
Porterhouse ukurannya besar dan mengenyangkan, cocok buat dibagi dua atau untuk kamu yang punya selera makan besar. Rasanya seperti dapat dua steak dalam satu piring—ideal buat yang ingin coba berbagai rasa sekaligus.
4. Ribeye

Ribeye sering disebut sebagai potongan steak paling beraroma. Asalnya dari bagian rusuk dan punya banyak marbling—lemak yang tersebar merata di daging. Lemak ini akan meleleh saat dimasak dan memberikan rasa juicy serta tekstur lembut seperti mentega.
Kalau kamu penggemar rasa daging yang kuat dan nggak keberatan dengan sedikit lemak ekstra, ribeye pasti bikin kamu jatuh cinta. Setiap gigitannya penuh kenikmatan.
5. Prime Rib

Berbeda dengan steak lain yang biasanya dipanggang di atas grill, Prime Rib dimasak dengan cara dipanggang perlahan di oven. Hasilnya? Steak super juicy dengan rasa daging yang dalam dan kaya.
Potongan ini juga berasal dari bagian yang sama dengan ribeye, tapi biasanya disajikan lebih tebal dan kadang dilapisi bumbu atau herbal di bagian luarnya. Prime Rib sering muncul di acara spesial atau makan malam hari raya. Kalau disajikan dengan mashed potato dan saus red wine, rasanya seperti makan di restoran bintang lima!
FAQ
Steak dengan tulang memiliki rasa yang lebih kaya karena sumsum tulang yang meresap ke dalam daging, sedangkan steak tanpa tulang lebih mudah dimakan dan cocok bagi yang ingin pengalaman makan tanpa ribet.
Steak wet-aged disegel vakum untuk mempertahankan kelembapannya, sementara steak dry-aged digantung di udara terbuka sehingga kehilangan sedikit kelembapan namun memperkuat rasa alami daging.
Kebanyakan chef merekomendasikan suhu medium-rare untuk kelembutan dan rasa optimal, terutama untuk potongan seperti ribeye, flank, dan loin. Steak well-done cenderung kehilangan lemak dan kelembapan, sehingga teksturnya lebih keras.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Urutan Potongan Steik Paling Berlemak Berdasarkan Rasa dan Marbling
10 Steak Termahal di Dunia: Apakah Harganya Sebanding dengan Kualitasnya?