Apakah Steak Baik untuk Menurunkan Berat Badan? Yuk, Cari Tahu!
Kalau bicara soal diet, kata “steak” sering bikin alis terangkat, dan kolesterol ikut dikhawatirkan. Tapi, tunggu dulu. Sebelum buru-buru menghakimi, mari kita lihat fakta ilmiahnya. Bertentangan dengan mitos diet yang umum beredar, steak bukanlah musuh bebuyutan lingkar pinggangmu. Bahkan, kalau dipilih dan disajikan dengan bijak, steak bisa jadi sahabat lezat yang selama ini kamu cari dalam perjalanan menuju tubuh yang lebih sehat.
Langsung ke intinya: steak mengandung protein berkualitas tinggi, bisa mencapai 65 gram hanya dalam satu porsi ribeye 8 ons. Ini penting karena protein membantu menjaga massa otot saat menurunkan berat badan, sekaligus membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Dalam dunia penuh godaan camilan, rasa kenyang adalah segalanya. Tak ada yang makan sebatang seledri lalu merasa puas. Tapi steak panggang yang juicy? Nah, itu baru bisa mengusir ngidam.
Yang lebih menarik lagi, steak hampir tidak mengandung karbohidrat. Karena tubuh cenderung menyimpan kelebihan karbo sebagai lemak, menguranginya adalah langkah jitu untuk menurunkan berat badan. Pola makan tinggi protein dan rendah karbo juga membantu menstabilkan insulin, mengurangi peradangan, dan, yang paling penting, menggerakkan angka timbangan ke arah yang benar.
Table of Contents
ToggleSteak yang Cocok untuk Diet
Tidak semua steak diciptakan setara, apalagi kalau kamu sedang berusaha mengurangi kalori. Berikut jenis-jenis steak yang ramah diet:
- Top Sirloin – Daging tanpa lemak dan tetap penuh rasa, salah satu pilihan terbaik untuk protein tinggi tanpa lemak berlebih.
- Tenderloin (Filet Mignon) – Rendah lemak dan super lembut. Ini kemewahan yang tetap cocok dalam pola makan yang disiplin.
- Flank atau Skirt Steak – Sedikit lebih keras, tapi tetap ramping. Cocok disajikan di atas salad atau mi zucchini.
- Eye of Round – Pilihan super hemat dan sangat rendah lemak. Tapi hati-hati, jangan terlalu lama memasaknya, nanti malah alot!
Kalau kamu sedang mengurangi asupan lemak, sebaiknya hindari potongan daging yang terlalu banyak marbling seperti ribeye—atau nikmati saja sesekali dalam porsi kecil.
Mikronutrien yang Penting
Selain protein, steak juga kaya akan zat gizi penting. Kamu bisa mendapatkan:
- Zinc – Penting untuk metabolisme dan daya tahan tubuh.
- Vitamin B12 – Mendukung produksi energi dan fungsi otak.
- Zat Besi – Jenis heme yang mudah diserap tubuh, penting untuk mengangkut oksigen.
- Selenium – Berperan penting dalam fungsi tiroid dan metabolisme.
Menariknya, kekurangan nutrisi seperti vitamin D, zinc, dan B12 sering dikaitkan dengan obesitas dan gangguan metabolisme. Jadi kalau pola makanmu selama ini kurang gizi, tubuhmu mungkin akan berterima kasih atas sepotong steak itu!
Tapi, Seberapa Sering Boleh Makan Steak?
Kuncinya: moderasi. Porsi 4–6 ons, 2 hingga 3 kali seminggu, adalah jumlah ideal untuk kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan sambil menjaga massa otot. Padukan dengan lauk rendah karbo dan tinggi serat seperti sayuran panggang, daun hijau, atau ubi bakar. Hindari saus berat—pilih bumbu alami seperti rempah, olive oil, lemon, atau marinade berbasis cuka.
Mau dipanggang, dibakar, atau dipan-sear? Pilih metode yang minim penggunaan lemak tambahan. Dan ingat: musuh sebenarnya bukan steaknya, tapi kentang goreng, roti, dan dessert manis yang sering jadi pelengkapnya.
Dan kalau rencana dietmu memperbolehkan makan enak sesekali (dan sebaiknya memang begitu), tidak ada tempat yang lebih pas selain Lawry’s The Prime Rib Jakarta. Sebagai salah satu destinasi fine dining terbaik di Jakarta, Lawry’s adalah tempat di mana kemewahan bertemu tradisi—dan tentu saja, steak jadi bintangnya.
Dengan interior yang mewah, pelayanan yang ramah dan rapi, serta standar kebersihan dan kualitas yang tinggi, Lawry’s itu menawarkan pengalaman kuliner yang istimewa. Mau kamu merayakan pencapaian, mengadakan pertemuan bisnis, atau membuat acara privat, Lawry’s siap menampung hingga 200 tamu, menjadikannya tempat ideal untuk segala perayaan.
Lihat saja menu Lawry’s, kamu akan menemukan potongan daging premium yang disajikan dengan elegan, plus pilihan menu yang lebih ringan untuk kamu yang sedang menghitung makro. Reservasi pun bisa dilakukan secara online, praktis dan tetap penuh gaya.
Jadi, kalau ada yang mempertanyakan kenapa kamu masih makan steak saat diet, cukup tunjukkan data ilmiahnya, dan mungkin sekalian kirimkan link reservasi Lawry’s juga!
FAQ
Ya! Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan diolah dengan cara yang sehat, steak bisa menjadi sumber protein tanpa lemak yang baik. Protein membantu membangun otot, membuat Anda kenyang lebih lama, dan mendukung metabolisme tubuh yang sehat—semuanya penting dalam proses menurunkan berat badan.
Potongan daging yang rendah lemak bisa menjadi pilihan yang ideal, seperti:
– Top sirloin
– Tenderloin (filet mignon)
– Flank steak
– Eye of round
Potongan-potongan ini memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah, tetapi tetap kaya akan nutrisi seperti zat besi, zinc, dan vitamin B12.
Porsi yang tepat adalah sekitar 3–4 ons (85–113 gram) steak yang sudah dimasak. Ukurannya kurang lebih sebesar satu set kartu. Agar lebih seimbang dan mengenyangkan, padukan steak dengan sayuran non-tepung atau salad.
Beberapa jenis potongan steak memang memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi. Namun, steak dengan potongan rendah lemak bisa relatif rendah kalori dan lemak, sekaligus tetap memberikan protein berkualitas tinggi. Jadi, memilih potongan daging dan cara memasak yang tepat bisa membuat perbedaan besar.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Jangan Dibuang! Olah Ulang Prime Rib-mu Dengan Tips Ini!
Mengapa Ketebalan Steik Lebih Menentukan Rasa daripada yang Kamu Kira