Semua yang Perlu Kamu Tahu Tentang Porterhouse Steak
Di dunia steakhouse, hanya sedikit potongan daging yang bisa menyaingi kepopuleran porterhouse steak. Tebal, berisi, dan penuh karakter, steak ini menyuguhkan dua potongan premium dalam satu gigitan tak terlupakan—bukti nyata kalau porterhouse memang layak jadi bintang utama.
Table of Contents
ToggleApa Itu Porterhouse Steak?
Bayangkan kamu bisa menikmati dua jenis steak terbaik dalam satu piring: di satu sisi ada tekstur lembut dan buttery dari tenderloin, dan di sisi lain ada rasa daging yang kuat dari striploin (juga dikenal sebagai New York strip). Nah, itulah keajaiban porterhouse.
Dipotong dari bagian belakang short loin, porterhouse punya bagian tenderloin yang lebih besar dibanding “saudaranya”, T-bone steak. Keduanya dipisahkan oleh tulang berbentuk T, tapi bedanya: porterhouse harus punya tenderloin setebal minimal 1,25 inci untuk bisa disebut porterhouse, sementara T-bone biasanya lebih tipis. Jadi kalau ukuran penting buat kamu—dan kalau soal steak, siapa sih yang nggak peduli?—porterhouse adalah rajanya.
Cara Masak Porterhouse Steak ala Profesional
Kunci memasak porterhouse ada di keseimbangan. Karena mengandung dua jenis daging yang tingkat kematangannya beda, kamu butuh teknik yang pas biar tenderloin nggak overcook tapi striploin tetap matang sempurna.
Berikut cara paling aman yang bisa kamu ikuti:
- Keluarkan dari kulkas: Diamkan steak di suhu ruang sekitar 30 menit agar matang merata.
- Bumbui dengan berani: Gunakan minyak zaitun, garam, lada hitam, bawang putih, dan thyme kering untuk dasar rasa yang kuat.
- Panggang panas dan cepat: Gunakan wajan cast iron panas banget atau panggangan. Sear tiap sisi selama 3–4 menit sampai terbentuk kerak yang renyah.
- Lanjutkan dengan api kecil: Pindahkan ke bagian yang lebih sejuk dari grill atau kecilkan api agar matang merata tanpa kering.
- Oles mentega: Di menit terakhir, tambahkan sepotong mentega dan sejumput rosemary untuk rasa ekstra.
- Diamkan dulu: Biarkan istirahat selama lima menit supaya jusnya tetap terkunci.
- Gunakan termometer daging: Untuk hasil maksimal, medium-rare di suhu 130–135°F (sekitar 55–57°C) adalah titik terbaik porterhouse.
Porterhouse vs T-Bone: Mana yang Cocok Buat Kamu?
Walau berasal dari bagian yang sama, porterhouse lebih tebal, punya lebih banyak filet mignon, dan idealnya disajikan untuk dua orang. T-bone biasanya lebih ramping di sisi tenderloin, cocok untuk satu porsi. Tapi kalau kamu mau kombinasi maksimal antara tekstur empuk dan rasa daging kuat, porterhouse adalah pilihan paling memuaskan.
Side Dish Terbaik untuk Porterhouse Steak
Di Lawry’s The Prime Rib Jakarta, fine dining di Jakarta punya standar tertinggi. Pilihan side dish-nya dirancang khusus untuk mendampingi steak premium seperti porterhouse dan prime rib, menciptakan pengalaman makan yang utuh dan seimbang.
Beberapa pairing terbaik dari menu Lawry’s:
- Truffled Mac & Cheese: Creamy dan kaya rasa, dengan aroma truffle yang bikin klasik ini naik level.
- Broccolini Panggang dengan Lemon & Bawang Putih: Rasa sedikit pahit dan asam segar jadi penyeimbang lemak dari steak.
- Brussel Sprouts dengan Bawang Putih & Almond: Earthy dan nutty, jadi kontras pas buat daging yang juicy.
- Puree Ubi & Wortel dengan Delima: Halus dan sedikit manis, warna cerahnya juga cantik di piring.
- Nasi Goreng Bawang Putih dengan Potongan U.S. Prime Rib: Sentuhan lokal yang tetap selaras dengan tradisi steakhouse.
Penasaran coba yang lain? Cauliflower Gratin penuh keju atau Jamur Musiman bisa jadi pilihan umami tambahan yang pas.
Tips untuk Porterhouse Steak Sempurna
- Jangan overcook tenderloin: Karena lebih cepat matang dari strip, gunakan api tidak langsung setelah proses searing.
- Gunakan termometer: Jangan nebak-nebak soal tingkat kematangan.
- Selalu diamkan sebelum disajikan: Biar juicy-nya tetap terkunci.
- Iris melawan arah serat daging: Supaya lebih empuk saat dikunyah.
- Gunakan daging berkualitas: Potongan bagus saja belum cukup—mulailah dari bahan yang terbaik.
Kalau bicara tentang keanggunan steakhouse dan presisi kuliner, Lawry’s The Prime Rib Jakarta nggak ada tandingannya di dunia fine dining ibu kota. Suasananya mewah, pelayanannya luar biasa, dan steak-nya? World class.
Dengan sistem reservasi online yang mudah, kamu bisa pesan tempat untuk makan malam romantis, meeting bisnis, atau pesta besar. Bisa menampung hingga 200 tamu, Lawry’s cocok untuk acara apa pun, dari ulang tahun hingga gathering kantor.
FAQ
Porterhouse steak adalah potongan daging sapi premium yang menawarkan dua jenis potongan dalam satu steak, yaitu tenderloin (filet mignon) di satu sisi dan strip steak (New York strip) di sisi lainnya. Keduanya dipisahkan oleh tulang berbentuk huruf T. Porterhouse dikenal karena ukurannya yang besar, teksturnya yang empuk, dan cita rasanya yang kaya.
Keduanya berasal dari bagian short loin dan memiliki tulang berbentuk huruf T. Namun, Porterhouse memiliki porsi tenderloin yang lebih besar dibandingkan T-bone steak. Hal ini membuat Porterhouse cocok bagi Anda yang ingin menikmati porsi filet mignon yang lebih banyak dalam satu steak.
Porterhouse paling cocok dimasak menggunakan metode dengan suhu tinggi, seperti grilling, broiling, atau pan-searing, lalu dapat dilanjutkan dengan proses pemanggangan jika diperlukan. Karena memiliki tulang dan dua jenis potongan daging yang berbeda, penting untuk memperhatikan tingkat kematangan agar sisi strip steak dan tenderloin dapat matang dengan sempurna.
Untuk pengalaman menikmati steak premium, Anda bisa mengunjungi Lawry’s. Selain terkenal dengan Prime Rib legendarisnya, Lawry’s juga menawarkan berbagai pilihan steak yang dimasak secara profesional, termasuk Porterhouse steak. Dengan suasana yang elegan, pilihan side dish klasik, dan pelayanan yang istimewa, Lawry’s menghadirkan pengalaman bersantap steakhouse yang lebih berkelas.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Jangan Dibuang! Olah Ulang Prime Rib-mu Dengan Tips Ini!
Mengapa Ketebalan Steik Lebih Menentukan Rasa daripada yang Kamu Kira