Restoran Steik Jakarta: Warisan Lawry’s dan Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Reservasi
Jauh sebelum pilihan restoran steik di Jakarta semakin ramai, Lawry’s telah menghabiskan puluhan tahun menyempurnakan caranya menyajikan prime rib. Didirikan di Beverly Hills pada 1938, restoran ini memperkenalkan daging sapi yang dipanggang perlahan, lalu dipotong sesuai pesanan langsung dari Silver Cart berpemanas. Tradisi penyajian di sisi meja itu sudah menjadi ciri khas Lawry’s jauh sebelum akhirnya hadir di Jakarta Selatan.
Bagi pencinta kuliner yang mencari prime rib di Jakarta, steik terbaik di Jakarta, atau pengalaman pemotongan daging langsung di meja, sejarah panjang tersebut menempatkan Lawry’s dalam kategori tersendiri. Berikut perjalanan konsep aslinya hingga tiba di Jakarta, beserta hal-hal yang perlu diketahui sebelum memesan meja.
Table of Contents
ToggleBerawal dari Beverly Hills pada 1938
Lawrence L. Frank dan Walter Van de Kamp membuka Lawry’s The Prime Rib pertama di La Cienega Boulevard, Beverly Hills. Menunya berpusat pada hidangan standing rib roast yang biasa disantap Frank saat makan malam hari Minggu semasa kecil. Hidangan tersebut kemudian disajikan dengan standar yang konsisten dan terstruktur di restoran pertama di Amerika Serikat yang secara khusus menjadikan prime rib sebagai menu utama.
Frank mengembangkan Silver Cart agar daging panggang utuh tetap hangat saat dibawa berkeliling ruang makan. Para tamu dapat memilih tingkat kematangan dan ukuran potongan langsung dari meja, kemudian pemotong daging bersertifikat akan mengirisnya sesuai pesanan.
Gagasan tersebut awalnya dibuat untuk menjawab kebutuhan pelayanan, tetapi kemudian berkembang menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari nama Lawry’s. Lawry’s Seasoned Salt juga diciptakan pada periode yang sama, memperkuat identitas kuliner restoran yang berfokus pada penyajian prime rib dan hidangan pendamping klasik.
Dari Beverly Hills ke Jakarta
Lawry’s memperluas jangkauannya dari Beverly Hills ke Chicago, Dallas, dan Las Vegas, sebelum membuka lebih banyak cabang di Asia. Restoran pertamanya di kawasan ini dibuka di Singapura pada 1999, disusul Tokyo pada 2001, Taipei pada 2002, Hong Kong pada 2006, Osaka dan Shanghai pada 2008, serta Seoul pada 2013.
Lawry’s The Prime Rib kembali hadir di Jakarta pada akhir 2023. Restoran ini kini beroperasi di Bumi Pakubuwono, Kebayoran Baru, salah satu kawasan hunian dan kuliner yang telah lama dikenal di Jakarta Selatan.
Ruang makannya dapat menampung lebih dari 100 tamu dan dilengkapi tiga ruang privat. Dengan pengaturan tersebut, Lawry’s dapat melayani makan malam berdua, acara keluarga, pertemuan bisnis, hingga perayaan dengan jumlah tamu lebih besar.
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Reservasi
Lawry’s termasuk restoran premium dengan harga dan gaya pelayanan yang lebih cocok untuk acara yang telah direncanakan. Harga dapat berubah mengikuti menu dan promosi yang sedang berlaku, sehingga sebaiknya periksa informasi terbaru sebelum berkunjung.
Dalam panduan porsinya, Lawry’s mencantumkan Jakarta Cut dengan harga mulai dari Rp785.000, sedangkan Diamond Jim Brady Cut dibanderol Rp1,76 juta.
Makan siang tersedia setiap hari pukul 11.30 hingga 15.00, sementara makan malam disajikan pukul 17.30 hingga 22.30. Gaya berpakaian smart casual merupakan pilihan yang sesuai. Kemeja berkerah, celana atau rok berpotongan rapi, gaun, maupun pakaian kasual yang tetap terlihat bersih dan tertata akan cocok dengan suasana restoran.
Restoran ini berada di lantai dua Bumi Pakubuwono, Jalan Bumi No. 15, Kebayoran Baru. Reservasi dapat dilakukan melalui situs resmi, sistem pemesanan Chope yang terintegrasi, atau WhatsApp di +62 812-300-629. Untuk kunjungan pada akhir pekan atau penggunaan ruang privat, sebaiknya lakukan pemesanan lebih awal.
Ukuran porsi juga perlu menjadi pertimbangan. Jakarta Cut memiliki berat 170 gram, Lawry’s Cut 280 gram, sedangkan Diamond Jim Brady Cut bertulang mencapai 650 gram.
Memahami ukuran setiap potongan akan membantu Anda menentukan jumlah hidangan pembuka, pendamping, dan pencuci mulut tanpa harus menerka-nerka saat memesan. Untuk perbandingan yang lebih lengkap, Anda juga dapat membaca panduan Lawry’s mengenai ukuran porsi steik.
Sulit Menandingi Sang Pelopor
Jakarta memiliki banyak pilihan restoran steik yang menarik, tetapi Lawry’s membawa sejarah yang hanya dimiliki segelintir restoran. Cara penyajian prime rib, pelayanan menggunakan Silver Cart, resep, dan tradisi operasionalnya telah disempurnakan selama lebih dari delapan dekade. Hal ini menghubungkan restoran Lawry’s di Jakarta secara langsung dengan konsep yang pertama kali diperkenalkan di Beverly Hills.
Bagi Anda yang sedang membandingkan restoran fine dining di Jakarta, daya tarik Lawry’s terletak pada kesempatan untuk mengenal asal-usul gaya penyajian prime rib ini dan mencicipinya dalam format aslinya.
Lihat menu Lawry’s, pilih ukuran yang sesuai dengan selera makan Anda, lalu reservasi meja untuk menikmati steik dan prime rib yang disiapkan dengan resep serta tradisi pelayanan yang telah dipertahankan selama lebih dari 80 tahun.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Ruang Makan Privat di Jakarta: Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memesan
Etika Jamuan Makan Bisnis: Cara Memberikan Kesan yang Tepat