Lawry’s Seasoned Salt: Apa Kandungannya, Bagaimana Rasanya, dan Mengapa Ini Penting
Rasa khas prime rib Lawry’s sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum dagingnya sampai ke meja. Lawry’s Seasoned Salt adalah racikan bumbu khusus, untuk mengangkat rasa daging sapi, bukan menutupinya.
Soal rasa, yang muncul pertama adalah gurih, lalu manis tipis dan aroma rempah, dengan kehangatan lembut dan jejak umami yang menempel lama di mulut. Inilah rasa khas yang ada di setiap piring yang disajikan di Lawry’s The Prime Rib Jakarta, salah satu nama paling dikenal untuk fine dining jakarta.
Penasaran apa sebenarnya isi racikannya, atau kenapa cocok dipasangkan dengan daging premium seperti prime rib? Simak pembahasannya di artikel ini
Table of Contents
ToggleAsal-Usul Lawry’s Seasoned Salt
Lawry’s The Prime Rib pertama kali dibuka di Beverly Hills pada 1938, dibangun dari satu gagasan sederhana: prime rib utuh yang dipotong langsung di meja, disajikan dengan penuh ritual. Karena daging baru bisa dibumbui setelah dipotong, para pendirinya membutuhkan racikan yang bisa bekerja langsung di meja makan, mengangkat rasa daging tanpa menutupinya, sekaligus selaras dengan salad dan hidangan pendamping lainnya. Lawry’s Seasoned Salt diciptakan untuk menjawab kebutuhan itu.
Racikan ini tidak bertahan lama hanya di ruang makan restoran. Tamu begitu menyukainya hingga kerap membawanya pulang, dan dari sanalah bumbu khas satu restoran ini berkembang menjadi salah satu racikan bumbu garam paling dikenal di Amerika, dipasarkan jauh lebih luas dari sekadar meja Lawry’s sendiri.
Namun sebesar apa pun jangkauannya di luar sana, fungsi bumbu ini di Lawry’s The Prime Rib Jakarta tetap sama seperti sejak awal. Racikan ini tidak dijual bebas di Indonesia, dan memang bukan ditujukan untuk ditiru di dapur rumah. Di Lawry’s Jakarta, bumbu ini tetap berada di tempat asalnya, menjadi bagian dari proses dapur, digunakan untuk membumbui prime rib persis seperti sejak 1938.
Apa Isi Racikannya?
Tidak ada satu bahan pun dalam Lawry’s Seasoned Salt yang dirancang untuk tampil menonjol sendirian. Garam mempertajam seluruh rasa di sekitarnya. Gula melembutkan ketajaman itu secukupnya. Paprika dan kunyit menghadirkan kehangatan dan warna tanpa menambah pedas, sementara bawang bombai dan bawang putih melengkapi dengan kedalaman gurih. Racikan ini berhasil justru karena tidak ada bahan yang saling mendominasi, semuanya disusun berlapis agar saling melengkapi, layaknya pemeran pendukung yang membuat tokoh utama semakin bersinar.
Di Lawry’s The Prime Rib Jakarta, keseimbangan itu sudah bekerja jauh sebelum daging masuk ke oven. Prime rib direndam dengan Lawry’s Seasoned Salt selama 24 hingga 36 jam sebelum dipanggang, cukup lama agar bumbunya meresap hingga ke bagian dalam daging, bukan sekadar menempel di permukaan. Jika hanya ditaburkan sesaat sebelum dimasak, rasa bumbu hanya akan terasa di bagian luar. Proses rendam yang panjang ini menghasilkan sesuatu yang berbeda: garam menarik cairan dari daging lalu membawanya kembali masuk, sekaligus membawa serta gula, paprika, dan rempah lain meresap lebih dalam.
Begitu daging masuk ke oven, bumbu tersebut bukan lagi sekadar lapisan di permukaan. Bumbu itu telah menjadi bagian dari daging itu sendiri.
Seperti Apa Rasa Lawry’s Seasoned Salt, dan Bagaimana Bumbu Ini Mengubah Prime Rib?
Suapan pertama menghadirkan rasa gurih dan rempah yang tegas, cukup kuat untuk langsung terasa begitu menyentuh lidah. Sesaat kemudian, rasa manis dari gula dan kehangatan dari paprika serta kunyit mulai muncul, meredakan ketajaman rasa di awal menjadi lebih halus dan gurih. Yang tertinggal di akhir adalah kesan yang sulit dijelaskan dengan tepat oleh banyak tamu, jejak hangat dari bawang bombai, bawang putih, dan rempah lain, berada di antara gurih dan umami.
Rasa berlapis seperti ini hanya bisa terbentuk melalui proses marinasi yang panjang. Jika prime rib hanya dibumbui sesaat sebelum disajikan, rasanya tetap enak, tetapi bumbu hanya menumpuk di permukaan dan cepat memudar begitu mencapai bagian tengah daging yang terasa lebih hambar.
Setelah dimarinasi selama 24 hingga 36 jam, bumbu tidak lagi menjadi lapisan luar. Bumbu itu telah meresap sepenuhnya, sehingga setiap potongan memiliki kedalaman rasa yang sama dari pinggir hingga ke tengah, tidak hanya terasa kuat di beberapa suapan pertama.
Hasil akhirnya adalah daging sapi yang terasa semakin utuh sebagai dirinya sendiri, bukan seperti sedang dilapisi bumbu di atasnya.
Mencicipi Versi Aslinya di Lawry’s The Prime Rib Jakarta
Di Lawry’s The Prime Rib Jakarta, peran bumbu ini tidak berhenti begitu hidangan keluar dari dapur. Lawry’s Seasoned Salt selalu tersedia di meja selama dine-in, sebagaimana yang dilakukan restoran Lawry’s sejak 1938, sehingga tamu dapat membumbui hidangannya sendiri sesuai selera. Detail kecil ini justru menjadi cara paling langsung untuk merasakan racikan ini sebagaimana awalnya dirancang: digunakan pada prime rib yang baru saja dipotong, langsung di meja, pada momen itu juga.
Detail ini menjadi bagian dari ritual yang lebih besar dalam menu Lawry’s, dengan prime rib sebagai sajian utamanya. Daging utuh dihadirkan menggunakan silver cart, lalu dipotong langsung di meja, presentasi yang nyaris tidak berubah sejak restoran ini pertama kali dibuka di Beverly Hills. Bumbu garam di meja merupakan bagian dari tradisi yang sama, detail sederhana yang justru menjadi salah satu alasan mengapa prime rib Lawry’s terasa berbeda dari yang lain.
Lawry’s Seasoned Salt bukan sekadar pelengkap pada prime rib Lawry’s. Bumbu inilah salah satu alasan hidangan ini menjadi seperti sekarang, meresap ke dalam daging melalui proses rendam lebih dari sehari, lalu dikembalikan kepada tamu di meja sebagai sentuhan terakhir yang personal. Begitulah perjalanan panjang bumbu ini, diciptakan untuk satu hidangan andalan di satu restoran pada 1938, kemudian dicintai oleh banyak rumah di seluruh dunia, dan masih menjalankan peran aslinya, hidangan demi hidangan, di Lawry’s The Prime Rib Jakarta.
Siap mencicipi sejarah? Pesan tempat Anda di Lawry’s The Prime Rib Jakarta dan rasakan langsung Prime Rib ikoniknya.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Cara Mengetahui Steik Sudah Tidak Layak Dimakan
Panduan Saus untuk Prime Rib: Au Jus, Horseradish, dan Pilihan Pendamping Lainnya