Etika Jamuan Makan Bisnis: Cara Memberikan Kesan yang Tepat
Makan bersama dapat membangun hubungan bahkan sebelum presentasi dimulai. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Psychology menemukan bahwa orang yang menyantap makanan serupa cenderung memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi dan lebih cepat mencapai kesepakatan dalam negosiasi setelahnya. Karena itu, jamuan makan bisnis dapat membantu mengubah perkenalan profesional menjadi hubungan kerja yang lebih kooperatif. Setiap detail, mulai dari waktu kedatangan hingga email tindak lanjut, turut menentukan kesan yang Anda tinggalkan.
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut panduan lengkapnya.
Table of Contents
TogglePersiapkan Diri Sebelum Tiba
Cari tahu terlebih dahulu mengenai restoran, aturan berpakaian, menu, dan lokasinya. Kenali siapa saja yang akan hadir, peran mereka dalam pertemuan, serta nama atau jabatan yang perlu Anda ingat. Tuan rumah juga sebaiknya menanyakan alergi, ketentuan makanan berdasarkan agama, dan pantangan makanan para tamu beberapa hari sebelumnya.
Tamu sebaiknya tiba beberapa menit sebelum waktu reservasi, sedangkan tuan rumah perlu datang lima hingga sepuluh menit lebih awal untuk memastikan pengaturan tempat duduk. Jika Anda menjadi tuan rumah, serahkan kartu kredit kepada pihak restoran sebelumnya dan mintalah agar pembayaran dilakukan tanpa membawa tagihan ke meja.
Pahami Tata Meja dengan Metode BMW
Tata meja formal akan lebih mudah dipahami dengan metode BMW: bread atau roti berada di sebelah kiri, meal atau hidangan utama di tengah, sementara water atau air dan wine berada di sebelah kanan.
Cara lain untuk mengingatnya adalah dengan menghitung jumlah huruf dalam bahasa Inggris. Kata fork dan left sama-sama memiliki empat huruf, sedangkan knife, spoon, dan right masing-masing memiliki lima huruf.
Gunakan alat makan dari bagian terluar menuju ke dalam sesuai urutan hidangan. Letakkan serbet di pangkuan setelah duduk. Jika perlu meninggalkan meja sebentar, taruh serbet di kursi. Setelah selesai makan, letakkan pisau dan garpu secara sejajar di atas piring. Untuk panduan lebih lengkap, baca artikel Lawry’s mengenai cara menggunakan alat makan dengan benar.
Biarkan Percakapan Mengalir
Atur ponsel dalam mode senyap dan simpan agar tidak terlihat. Ponsel yang diletakkan di samping piring dapat memberi kesan bahwa percakapan sewaktu-waktu akan terganggu.
Mulailah dengan topik ringan, seperti perjalanan, makanan, buku, atau perkembangan terbaru dalam industri. Pembicaraan bisnis yang lebih serius biasanya lebih nyaman dimulai setelah hidangan utama tiba dan semua orang sudah merasa lebih santai.
Sesuaikan kecepatan makan dengan tamu lain. Hindari selesai jauh lebih cepat atau membuat seluruh meja menunggu karena Anda masih makan. Ambil suapan secukupnya dan jangan berbicara saat mulut masih penuh.
Etika jamuan bisnis yang baik juga berarti memberi perhatian kepada semua orang, bukan hanya tamu dengan jabatan tertinggi. Jaga kontak mata, libatkan tamu yang lebih pendiam dalam percakapan, dan pastikan tidak ada seorang pun yang merasa diabaikan.
Terapkan Etika secara Wajar
Etika makan malam bisnis pada dasarnya merupakan bentuk kepedulian yang terlihat melalui tindakan sederhana. Jangan meletakkan siku di atas meja saat sedang makan. Mintalah bantuan untuk mengoper makanan atau benda yang berada jauh dari jangkauan, alih-alih meraih melewati tamu lain. Perlakukan staf restoran dengan kesopanan yang sama seperti saat berbicara dengan klien.
Hindari memesan hidangan yang sulit atau berantakan untuk disantap dalam pertemuan formal. Jangan pula memilih menu termahal, kecuali tuan rumah memang menyarankannya.
Minuman beralkohol tidak seharusnya menjadi ukuran keakraban atau partisipasi. Jika seorang tamu menolak, hormati keputusannya tanpa memberikan komentar. Untuk menolak dengan sopan, Anda cukup mengatakan, “Tidak untuk malam ini, terima kasih.” Ikuti sikap tuan rumah dan batasi konsumsi alkohol agar tetap wajar.
Akhiri Jamuan dengan Baik
Sebelum meninggalkan restoran, ucapkan terima kasih kepada tuan rumah atau para tamu. Tamu sebaiknya mengirim email singkat pada keesokan harinya untuk menyampaikan terima kasih, menyinggung kembali percakapan, dan mengonfirmasi langkah selanjutnya yang telah disepakati.
Tuan rumah juga perlu menindaklanjuti dokumen, perkenalan, proposal, atau keputusan yang dibicarakan selama jamuan. Kesopanan memberikan kesan akhir yang baik, sementara tindak lanjut memberi nilai profesional pada pertemuan tersebut.
Pilih Tempat yang Mendukung Percakapan
Jamuan makan bisnis membutuhkan privasi tanpa suasana yang terlalu kaku, serta pelayanan yang tidak terus-menerus memotong percakapan. Lawry’s The Prime Rib Jakarta memiliki tiga ruang makan privat yang masing-masing dapat menampung hingga 10 tamu dan dapat digabungkan untuk kelompok berjumlah 30 orang.
Suasana restoran steik klasik Amerika di Lawry’s mendukung diskusi yang terarah sekaligus percakapan yang santai. Melalui menu Lawry’s, tuan rumah juga dapat melihat pilihan prime rib, steik, makanan laut, dan hidangan lainnya sebelum menentukan susunan acara. Menu untuk ruang privat serta kebutuhan makanan khusus dapat dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak restoran.
Untuk jamuan makan bisnis berikutnya, nikmati pengalaman bersantap elegan di Lawry’s The Prime Rib Jakarta. Atur ruang privat dan menu sejak awal, lalu lakukan reservasi agar percakapan profesional dapat berlangsung dengan nyaman.
Reserve Table
Lawry’s Restaurants is the perfect place to begin your venue search for any occasion.
Related Blog
Based on What You Read
Urutan Potongan Steik Paling Berlemak Berdasarkan Rasa dan Marbling
10 Steak Termahal di Dunia: Apakah Harganya Sebanding dengan Kualitasnya?